Rabu, 08 Juni 2011

Nilai praktikum silvikultur, perlindungan hutan, konservasi tanah dan air, dedrologi

Setelah semua rangkaian praktikum di ikuti, sekarang tinggal lihat hasilnya :
1. praktikum silvikultur







No NIM Nama
1 09740001  Muhlis Subhan
2 09740005  Putra Adil Tanpati
3 09740006  Nur Latifah
4 09740007  David Ory Alvian
5 09740008  Milyan Ayu Yulanda
6 09740009 Johanes Dominggus Armin
7 09740013  Prastyo Hadi Wibowo
8 09740014  Refvian Deki Kayonatan
9 09740016  Lukmanul Hakim
10 09740017  Ratna Ika Mulawardani
11 09740018  Muchsin M . Said
Total
61.13
74.23
72.62
79.20
73.81
70.18
65.91
71.62
61.12
65.34
61.44




Selengkapnya...

Senin, 09 Mei 2011

Penjarangan

, Sabtu, 7 Mei 2011, BKPH Pujon, Pujon.
Tanaman Hutan akan tumbuh baik jika memperoleh nutrisi/hara yang cukup, cahaya matahari, dan ruang tumbuh bagi akar dan tajuk yang cukup. Sangat penting untuk mengatur jarak tanam agar tercapai tujuan tersebut. Pengaturan jarak tanam juga biasanya memperhatikan kesehatan tegakan, dengan cara menebang pohon-pohon yang sakit dan jelek agar tidak mempengaruhi kesehatan tegakan secara keseluruhan. Tindakan mengurangi jumlah pohon dan memperbesar jarak tanam itu dikenal dengan penjarangan.
Ada 5 metode penjarangan, yaitu :
1.      Penjarangan rendah, pohon yang dijarangi  adalah pohon dengan tajuk terendah / pohon-pohon yang tertekan karena pertumbuhan yang lambat
2.      Penjarangan tinggi, penjarangan pohon yang paling tinggi sehingga mengganggu pertumbuhan pohon yang lain
3.      Penjarangan seleksi, dilakukan pada pohon-pohon yang jelek dan terkena hama dan penyakit
4.      Penjarangan mekanis, didasarkan pada pelebaran jarak tanam yang dilakukan setiap beberapa tahun sekali.
5.   Penjarangan bebas, penjarangan ini merupakan kombinasi dari keempat metode yang telah disebutkan di atas.
Cara kerja praktikum ini :
1. Mengamati tegakan yang ditunjuk oleh pembibing
2. Menentukan letak petak ukur dan membuat petak ukur tersebut letak petak ukur paling  dekat 25 m dari jalan (bentuk lingkaran luas 0,1 ha).
3.  Menghitung jumlah pohon penyusun tegakan dalam petak ukur tersebut
4.  Mengukur peninggi pada petak ukur tersebut (luas pu 0,1 = 10 pohon tertinggi).
5. Menentukan Umur, Bonita, NPP, Nn dan Nm



Selengkapnya...